Senin, 13 Mei 2013

PPT SISTEM SARAF DAN HORMON

Untuk ppt Sistem Saraf dan Hormon silahkan link ke http://id.scribd.com/doc/141307011/Saraf-Dan-Endokrin-Irma
Semoga bermanfaat

Sabtu, 19 Mei 2012

Modul Struktur Tumbuhan

untuk mengakses silakan link ke:  http://www.scribd.com/doc/94170126

semoga bermanfaat

Modul Sistem Gerak

untuk mengakses silahkan link ke: http://www.scribd.com/doc/94170511

semoga bermanfaat

Modul Kelangsungan Hidup Organisme

untuk mengakses silahkan lik ke : http://www.scribd.com/doc/94169604

semoga bermanfaat

Minggu, 08 April 2012

Sepintas tentang praktikum zover


Ini adalah laporan dari praktikum mata kuliah zoologi vertebrata yang kami lakukan di sudut Green House Biologi FMIPA UNM. Praktikum unit ini cukup istimewa..ya tentu saja,..selain praktikum, kita juga makan-makan…pokoknya asyik…
pukul 09.00 waktu parang tambung, makassar Indonesia..kegiatan praktikum dimulai..Unit ini membahas tentang mamalia, dan yang akan kita bedah kali ini adalah si..Cepra aegragus alias si kambing..
Kegiatan diawali dengan arahan dan pengantar tentang mamalia dari dosen kami..

si kambing hormat juga ya..pintar duduknya..bisa jadi teladan tuh..
Setelah ada arahan dari dosen,..langsung lah.. ke tahap…dibawah ini..




Inna illahi wainna illahi rajiun..akhirnya si cepra dipotong
kami segenap mahasiswa Biologi mengucapkan selamat jalan..

Nah,.sekarang si cepra digantung dulu biar mudah dalam membedahnya, trus yang lain juga bisa liat.


Dan,,siap-siap untuk dikuliti..

waw…
Ini adalah bagian utama sistem pencernaan dari si cepra,..

Sabtu, 07 April 2012

Sistem Pernapasan


Standar Kompetensi             : 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
1.5  Mendeskripsikan sistem pernapasan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.


SISTEM PERNAPASAN
A.      Organ-organ Pernapasan
udara masuk ke dalam paru –paru melalui alat – alat pernapasan yang terdiri atas rongga hidung, pangkal tenggorokan (laring), batang tenggorokan (trakea), cabang tenggorokan (bronkus), dan paru – paru.





a.       Hidung
Udara masuk melalui hidung menuju rongga hidung. Rongga hidung dilengkapi dengan indra pembau, rambut, dan berlapis lendir. Di dalam rongga hidung udara dibersihkan, dihangatkan, dan dilembabkan.
b.      Laring
Diatas laring terdapat faring yang merupakan persimpangan jalan antara jalan napasa dengan jalan makan. Percabangan pada faring meliputi nasofaring, urofaring, dan laringeofaring. Laring merupakan pangkal tenggorokan yang didalamnya terdapat pita suara untuk menghasilkan tinggi rendah nada suara.
c.       Trakea
Terletak pada eher didepan kerongkongan, berbentuk pipa yang tersusun atas gelang – gelang tulang rawan. Dinding trakea dilapisi jaringan epitel silindris bersilia dan berselaput lendir. Udara yang masuk ke trakea mengalami penyaringan dari debu dan benda – benda asing.
d.      Bronkus
Trakea bercabang pada dua bronkus yang menuju ke paru –paru kiri dan kanan.  Bronkus bercabang –cabang lagi membentuk bronkiolus. Bronkus sebelah kanan bercabang membentuk 3 bronkiolus, sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi 2 bronkiolus. Bronkus berbentuk pipa yang tersusun atas tulang rawan seperti trakea.

e.       Bronkiolus
Berbentuk saluran dengan dinding semakin tipis dan tidak terdapat tulang rawan. Pada ujung akhir dari saluran membentuk kantung alveolus.
f.       Paru – paru (pulmo)
Letak paru –paru dirongga dada diatas sekat diafragma. Paru – paru kanan terdiri atas 3 gelembir dan paru – paru kiri atas 2 gelembir. Paru –paru dibungkus dengan dua lapis selaput paru –paru yaitu pleura parietalis dan pleura visceralis. Dibagian dalam paru –paru terdapat ± 300 juta alveolus yang bebrdinding tipis dan mengandung kapiler darah tempat terjadinya difusi gas O2 dan CO2.

Sistem Gerak


Standar Kompetensi             : 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
1.3  Mendeskripsikan sistem gerak pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan

Sistem Gerak
A.Tulang
1. Fungsi Tulang
a.       Sebagai penopang dan pemberi bentuk tubuh
b.      Tulang sebagai alat gerak pasif
c.       Tulang sebagai pelindung organ-organ vital tubuh
d.      Tulang sebagai tempat pembentukan sel-sel darah merah
e.       Tulang sebagai tempat cadangan mineral
2. Jenis-jenis tulang
Berdasarakn zzat penyusunnya, tulang dapat dikelompokkan menjadi tulang rawan dan tulang keras.
a. Tulang rawan
               Tulang rawan sering disebut juga kartilago. Penyusun tulang rawan adalah sel-sel tulang rawan yang disebut kondrosit. Setiap kondrosit terletak di dalam rongga kecil yang disebut lakuna. Lakuna ini dikelilingi oleh matriks tulang rawan yang berupa serabut elastin,, serabut fibrosa, dan serabut kolagen.
Matriks terseubt disintesis oleh kondrosit. Tulang rawan bersifat lentur tetapi kuat. Tulang rawan tidak memiliki pembuluh darah, kecuali tulang rawan pada persendian, sehingga makanan diperoleh dengan cara difusi.  Berdasarkan kandungan matriksnya tulang rawan dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu
1)   Tulang rawan hialin
dapat ditemukan di dalam tubuh, misalnya pada hidung, trakea, bronkus. Matriks tulang rawan lebuh banyak mengandung serabut elastin daripada serabut kolagen.
2)   Tulang rawan elastin
terdapat pada daun telinga, epiglotis, dan laring. Tulang rawan ini bersifat lentur karena matriksnya banyak mengandung serabut elastin
3)   Tulang rawan fibrosa
matriks tulang rawan fibrosa mengandung banyak serabut kolagen yang padat dan kasar sehingga kuat, kaku, serta liat. Dapat ditemukan pada persendian tulang belakang dan pada simfisis pubis.
b. Tulang keras
               Tulang keras tersusun atas sel-sel tulang keras yang disebut osteosit. Osteosit juga terletak di dalam lakuna. Osteosit dibentuk oleh sel-sel osteoblas. Sekitar dua per tiga bagian matriks tulang keras terdiri atas berbagai mineral, seperti kalsium fosfat, kalsium klorida, dan magnesium fosfat. Adapun sepertiga bagian bagian matriks tulang keras tersusun atas serabut kolagen yang menyebababkan sifat elastis dan mengurangi kerapuhan pada tulang.
               Permukaan tulang keras dibungkus oleh membran yang disebut periosteum. Periosteum berfungsi melindungi tulang keras dan menyediakan tempat perlekatan bagi tendon dan ligamen. Periosteum mengandung banyak pembuluh darah, pembuluh limfa, dan saraf. Pembuluh darah pada periosteum menyediakan nutrisi oksigen dan mineral untuk menjaga agar tulang tetap sehat.
               Berdasarkan strukturnya, tulang keras dibedakan menjadi
1)   Tulang kompak
Tulang kompak bersifat halus dan padat. Pada setiap batang tulang kompak terdapat sistem havers. Di bagian tengah sistem havers terdapat saluran havers yang berisi pembuluh darah dan saraf. 
Setiap saluran havers dikelilingi oleh osteosit. Antara osteosit dihubungkan oleh suatu saluran kecil yang disebut kanalikuli. Dibagian tengah tulang kompak terdapat rongga berisi bahan seperti gel yang disebut sumsum. Sumsum tulang dapat berupa sumsum merah yang membentuk eritrosit dan leukosit, atau berupa sumsum kuning yang berisi sel-sel lemak inaktif
2)   Tulang spons
Tulang spons memiliki struktur berongga-rongga seperti sarang lebah dengan bobot lebih ringan daripada tulang kompak, namun tetap sangat kuat. Tulang spons tidak memiliki sistem havers, tetapi rongga-rongga di dalamnya juga berisi sumsum
Berdasarkan bentuknya, tulang dapat dibedakan menjadi ttulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, dan tulang tak berbentuk.
a.    Tulang pipa
Tulang pipa adalah  suatu tabung tulang kompak dengan tulang spons di dalamnya.  Sesuai dengan namanya, tulang ini berbentuk seperti pipa, yaitu bulat, panjang, dan berongga. Rongga tulang pipa berisi sumsum kuning dan sumsum merah. Fungsi utama tulang pipa adalah sebagai pengungkit dan memeprkuat penyokong, serta untuk gerak. Contoh tulang pipa adalah tulang lengan, tulang paha, tulang hasta, dan tulang pengumpil.

b.    Tulang pipih
Tulang ini berbentuk pipih dan tersusun atas dua lapis tulang kompak yang dipisahkan oleh tulang spons. Rongga di dalamnya berisi sumsum merah. Fungsi utama dari tulang pipih adalah sebagai pelindung organ-organ penting , seperti otak, jantung, paru-paru dan kantong kemih. Namun beberapa jenis tulang pipih seperti tulang belikat dan tulang panggul merupakan tempat perlekatan otot. Contohnya tulang rusuk dan tulang belikat.
c.    Tulang pendek
Tulang ini berbentuk pendek, bulat atau menyerupai kubus. Bagian luar tulang pendek dibentuk oleh lapisan tipis tulang kompak. Bagian dalamnya disusun oleh tulang spons dengan rongga-rongga yang berisi sumsum merah. Tulang pendek berfungsi untuk menyerap goncangan yang keras dan terdapat pada persendian yang kompleks, seperti pada persendian lutut dan mata kaki. Selain itu, tulang pendek juga berfungsi sebagai penyerap jika terjadi suatu tekanan. Contoh tulang pendek adalah  tulang-tulang telapak tangan dan telapak kaki.
d.   Tulang tak beraturan
Disebut tulang tak beraturan  karena bentuk tulang ini bermacam-macam dan sulit dideskripsikan. Tulang tak beraturan merupakan tulang yang tidak berpasangan dan terdapat pada bidang sumbuh  tubuh. Contohnya tulang belakang, tulang wajah, dan tulang rahang. Fungsi tulang ini adalah sebagai pelindung, penyokong, dan tempat perlekatan otot.
e.    Tulang sesamoid
Tulang sesamoid adalah tulang kecil berbentuk seperti biji sejenis tumbuhan. Tulang ini terdapat di dalam tendon yang menghubungkan tulang ke otot. Fungsi tulang sesamoid adalah untuk mengurangi pergeseran tendon atau perubahan jalur tendon. Contoh tulang jenis ini adlah tulang tempurung lutut (patela).
3. Susunan Rangka
Rangka yang menopang tubuh orang dewasa umumnya terdiri atas 206 tulang. Rangka tubuh manusia terdiri atas 2 kelompok utama yaitu rangka aksial dan rangka apendikular. Rangka aksial adalah tulang-tulang yang membentuk sumbuh tubuh, yaitu tengkorak, tulang belakang, dan tulang rusuk. Adapun tulang apendikular adalah tulang-tulang anggota tubuh yang secara umum berfungsi menggerakkan tubuh. Rangka apendikular tersusun atas tulang-tulang tangan, kaki, bahu, dan gelang panggul.
a. Rangka aksial
       Rangka aksial tersusun membujur sepanjang tulang belakang. Rangka aksial tersusun atas 80 buah tulang, meliputi tulang-tulang tengkorak, ruas-ruas tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk.
Tulang tengkorak melindungi  otak dan organ-organ indra (mata dan telinga dalam), serta memberi bentuk wajah.Delapan tulang yang menusun kranium membentuk hubungan  hubungan antar tulang yang sangat rapat pada sendi yang disebut sutura. Tulang-tulang yang dihubungkan oleh sendi sutura tidak dapat digerakkan. Satu-satunya tulang tengkorak yang dapat digerakkan adalah rahang bawah(mandibula).

Tulang belakang (vertebrae) tersusun atas ruas-ruas tulang fleksibel, tetapi kuat. Tulang belakang terdiri atas 33 ruas, yaitu 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, dan 5 ruas tulang kelangkang (sakrum), dan 4 ruas tulang ekor. Vertebrae tersusun membentuk huruf S yang membantu keseimbangan tubuh manusia berdiri di atas dua kaki. Fungsi dari vertebrae adalah melindungi sumsum tulang belakang dan sebagai penegak kepala.
Tulang rusuk menempel pada tulang dada dan ruas tulang belakang. Tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belakang secara bersama-sama membentuk semacam kurungan untuk melindungi jantung dan paru-paru. Tulang rusuk pada manusia terdiri atas 24 buah atau 12 pasang. Tulang rusuk manusia memiliki fungsi sebagai pelindung organ-organ dalam. Tulang rusuk manusia terdiri atas 7 pasang tulang rusuk sejati, 3 pasang tulang rusuk palsu, dan 2 pasang tulang rusuk melayang. Rusuk sejati melekat pada tulang dada melalui kartilago. Rusuk palsu tidak melekat langsung pada tulang dada, namun bersambungan dengan pasangan terbawah dari rusuk sejati. Sementara itu, rusuk melayang tidak melekat pada tulang dada atau pada tulang rusuk lainnya, tetapi hanya melekat pada tulang belakang.
Tulang dada terletak dekat tulang rusuk atau lebih tepatnya di tengah-tengah dada. Tulang dada terdiri atas bagian hulu, badan, dan taju pedang.