Sabtu, 07 April 2012

Sistem Pernapasan


Standar Kompetensi             : 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
1.5  Mendeskripsikan sistem pernapasan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.


SISTEM PERNAPASAN
A.      Organ-organ Pernapasan
udara masuk ke dalam paru –paru melalui alat – alat pernapasan yang terdiri atas rongga hidung, pangkal tenggorokan (laring), batang tenggorokan (trakea), cabang tenggorokan (bronkus), dan paru – paru.





a.       Hidung
Udara masuk melalui hidung menuju rongga hidung. Rongga hidung dilengkapi dengan indra pembau, rambut, dan berlapis lendir. Di dalam rongga hidung udara dibersihkan, dihangatkan, dan dilembabkan.
b.      Laring
Diatas laring terdapat faring yang merupakan persimpangan jalan antara jalan napasa dengan jalan makan. Percabangan pada faring meliputi nasofaring, urofaring, dan laringeofaring. Laring merupakan pangkal tenggorokan yang didalamnya terdapat pita suara untuk menghasilkan tinggi rendah nada suara.
c.       Trakea
Terletak pada eher didepan kerongkongan, berbentuk pipa yang tersusun atas gelang – gelang tulang rawan. Dinding trakea dilapisi jaringan epitel silindris bersilia dan berselaput lendir. Udara yang masuk ke trakea mengalami penyaringan dari debu dan benda – benda asing.
d.      Bronkus
Trakea bercabang pada dua bronkus yang menuju ke paru –paru kiri dan kanan.  Bronkus bercabang –cabang lagi membentuk bronkiolus. Bronkus sebelah kanan bercabang membentuk 3 bronkiolus, sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi 2 bronkiolus. Bronkus berbentuk pipa yang tersusun atas tulang rawan seperti trakea.

e.       Bronkiolus
Berbentuk saluran dengan dinding semakin tipis dan tidak terdapat tulang rawan. Pada ujung akhir dari saluran membentuk kantung alveolus.
f.       Paru – paru (pulmo)
Letak paru –paru dirongga dada diatas sekat diafragma. Paru – paru kanan terdiri atas 3 gelembir dan paru – paru kiri atas 2 gelembir. Paru –paru dibungkus dengan dua lapis selaput paru –paru yaitu pleura parietalis dan pleura visceralis. Dibagian dalam paru –paru terdapat ± 300 juta alveolus yang bebrdinding tipis dan mengandung kapiler darah tempat terjadinya difusi gas O2 dan CO2.

B.       Proses Pernapasan
a.       Mekanisme pernapasan pada manusia
Mekanisme pernapasan meliputi 2 fase, sebagai berikut:
a)             Fase inspirasi, yaitu masuknya udara luar ke dalam paru-paru

b)             Fase ekspirasi, yaitu pengeluaran udara dari paru – paru ke lingkungan.
Proses pernapasan tersebut diatur oleh otot diafragma dan otot antartulang rusuk. 

Berdasarkan kerja otot tersebut, maka pernapasan dibedakan menjadi dua, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.
1.      Pernapasan dada
1)      Fase inspirasi : otot atartulang rusuk berkontraksi, tulang rusuk dan tulang dada terangkat ke depan, rongga dada mengembang, paru – paru membesar, tekanan udara dalam paru – paru mengecil, akibatnya udara dari luar masuk.
2)      Fase ekspirasi : otot antartulang rusuk relaksasi, tulang rusuk dan tuang dada relaksasi, rongga dada mengecil, paru – paru mengempis, tekanan udara dalam paru – paru membesar, akibatnya udara dari dalam paru – paru keluar.
2.      Pernapasan perut
1)      Fase inspirasi : otot difragma berkontraksi, difragma mendatar, rongga dada membesar, paru – paru mengecil, akibatnya udara dari luar masuk.
2)      Fase ekspirasi : otot diafragma  relaksasi, diafragma melengkung ke atas, rongga dada mengecil, paru – paru mengempis, tekanan udara dalam paru – paru membesar, akibatnya udara dari dalam paru – paru.
C.      Gangguan pada Sistem Pernapasan
1.    Emfisema, paru-paru mengalami pembengkakan karena pembuluh darahnya kemasukan udara.
2.    Asma, merupakan kelainan penyumbatan pernapasan yang disebabkan oleh alergi seperti debu, bulu atau rambut
3.    Tubercolosis (TBC) merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh Mycobabterium tubercolosis. Bakteri tersebut menimbulkan bintil-bintil pada dinding alveolus akibantnya paru-paru akan kuncup atau mengecil
4.    Bronkhitis, merupakan gangguan pada cabang batang tenggorokan akibat infeksi. Gejalanya penderita mengalami deman dan menghasilkan lendir yang menyumbat batang tenggorokan akibatnya penderita mengalami sesak
5.    Infuenza, merupakan penyaki yang disebabkan oleh virus influenza.

Referensi
1.      Karim, Saeful, Ida Kurniawati, Yuli Nurul Fuziah, Wahyu Sopandi. 2008. Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk Kelas VIII SMP. Jakarta: PT Setia Purna Inves
2.      Pratiwi , Rinie P,dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VIII Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.

0 komentar:

Posting Komentar