Standar Kompetensi : 1.
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
1.4
Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan dan hubungannya
dengan kesehatan
Sistem Pencernaan pada Manusia
A. Makanan dan Fungsinya
Makanan
berisi zat-zat gizi yang memberikan energi bagi tubuh untuk bergerak dan bahan
makanan pembangun untuk pertumbuhan. Fungsi zat makanan bagia tubuh kita:
1. Penghasil
bahan bakar atau sunber energi (karbohidrat, protein, lemak)
2. Bahan
pembangun tubuh dan menggantikan sel-sel tubuh yang rusak (protein dan mineral)
3. Pengatur
proses yang terjadi dalam tubuh dan sebagai pelindung tubuh terhadap berbagai
macam penyakit (protein, vitamin, dan mineral)
Tubuh
manusia membutuhkan zat makanan dalam
jumlah yang berbeda. Ada yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (makronutrien)
yaitu karbohidrat, protein, lemak dan air. Ada pula yang dibutuhkan dalam
jumlah sedikit (mikronutrien) misalnya vitamin dan mineral.
1. Karbohidrat
Terdiri atas unsur C, H, O yang
dibentuk dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan berhijau daun. Menurut ukuran
molekul, karbohidrat dibedakan menjadi :
a. Monosakarida,
meliputi glukosa, fruktosa, dan galaktosa
b. Disakarida,
meliputi maltose, sukrosa dan laktosa
c. Polisakarida
meliputi, pati glikogen dan selulosa
Adapaun fungsi karbohidrat adalah:
1.
Sebagai penghasil kalori
2.
Pembentuk senyawa-senyawa organic yang
lain seperti lemak dan protein
3.
Menjaga keseimbangan asama basa dalam
tubuh
2. Lemak
Lemak tersusun atas unsur-unsur C,
H, O yang merupakan senyawa majemuk yang terdiri atas asam lemak dan gliserol.
Sumber lemak dibagai menjadi 2 macam yaitu
a. Hewani:keju,
daging, mentega, susu, minyak ikan
b. Nabati:
kelapa, kacang-kacangan, kemiri
Adapun fungsi lemak sebagai berikut:
a. Sebagai
penghasil energi
b. Pembangun
bagian-bagian sel tertentu
c. Pelarut
beberapa vitamin yaitu vitamin A. D. E, K
d. Sebagai
pelindung tubuh dari suhu rendah
3. Protein
Protein merupakan senyawa majemuk
yang terdiri atas unsur-unsur C, H, O, N dan kadang-kadang ada unsur P, dan S.
adapun fungsi protein sebagai berikut:
a. Penghasil
energi
b. Pembangun
jaringan-jaringan baru dan mengganti yang rusak
c. Pembuat
enzim dan hormon
d. Penjaga
keseimbangan asam basa dalam tubuh
e. Pembentuk
antibodi
4. Garam-garam
mineral
Garam mineral yang dibutuhkan oleh
tubuh terdiri atas 2 golongan yaitu:
a. Makroelemen,
yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak
b. Mikroelelemen,
yaitu unsur yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sedikit
Jika
tubuh kekurangan garam mineral tertentu, maka akan menyebabkan penyakit
difisiensi mineral
5. Vitamin
Vitamin merupakan zat organic
sebagai pelengkap makanan yang diperlukan tubuh untuk memperlancar metabolisme
tubuh dan tidak berfungsi menghasilkan energi. Vitamin berfungsi sebagai
katalisator reaksi dan dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit tetapi harus ada.
Berdasarkan kelarutannya vitamin digolongkan menjadi 2 macam yaitu:
a. Vitamin
yang larut dalam air
B. Organ-Organ Pencernaan
Sistem
pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi molekul yang
lebih sederhana. Proses pencernaan dapat berlangsung secara mekanik dan kimiawi. Secara mekanik dilakukan oleh
gigi dalam mulut dan secara kimiawi oleh enzim. Sistem pencernaan makanan
manusia terdiri atas beberapa organ sebagai berikut:
1. Mulut (cavun
oris)
Dalam
rongga mulut makanan dicerna secara menkanik dan kimia. Alat-alat pencernaan
yang terdapat dalam rongga mulut meliputi: gigi, lidah, dan kelenjar ludah.
a) Gigi
(Dentis)
·
Incicivus (I) : Gigi seri 2 buah
·
Caninus (C) : Gigi taring (1 buah)
·
Premolar (P) : Geraham muka (2 buah)
·
Molar (M) Geraham belakang (3 buah)
Fungsi gigi sebagai berikut:
·
Pemotong makanan (gigi seri)
·
Mengoyak makanan (gigi taring)
·
Mengunyah makanan (gigi geraham)
b) Lidah
(lingua)
Lidah mempunyai fungsi sebagai
berikut:
·
Membantu mengunyah makanan
·
Sebagai indra pengecap
·
Sensitive terhadap dingin panas dan
tekanan
·
Membantu dalam proses menelan
c) Ludah
(saliva)
Ludah dihasilkan
oleh kelenjar ludah (glandula salivalis) dalam mulut terdapat tiga kelenjar
ludah yaitu kkelenjar parotis, kelenjar submandibularis, dan kelenjar
sublingualis.ludah mengandung enzim ptyalin. Enzim ptyalin berfungsi untuk
mengubah amilum menjadi glukosa dan maltose.
2. Kerongkongan
(Esofagus)
Kerongkongan
merupakan saluran panjang dan tipis sebaggai jalan makanan dari mulut ke
lambung dengan panjang + 20 cm. Makanan bergerak karena gerakan
peristaltic (gerakan kembang kempis saluran esophagus yang meliuk-liuk untuk
mendorong makanan ke arah lambung)
3. Lambung
(ventrikulus)
Lambung
berbentuk kantung dengan letak di dalam rongga perut sebelah kiri di bawah sekat
rongga badan (diafragma). Kelenjar-kelenjar dinding lambung menghasilkan getah
lambung yang terdiri atas air, HCl, dan enzim (pepsin,, rennin, dan lipase).
·
Membuat suasana asam dalam lambung
dengan pH 1,5
·
Membunuh mikroorganisme
·
Mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi
pepsin
·
Memacu sekresi getah usus
Enzim pepsin berfungsi memecah protein menjadi peptide. Enzim rennin
berfungsi mengubah kaseinogen menjadi kasein. Enzim lipase berfungsi memevh
emulsi lemak.
4. Usus Halus
(intestinum tenue)
Usus
halus terdiri atas tiga bagian, yaitu : duodenum ( usus 12 jari) panjang 25 cm;
Jejenum (usus kosong) panjang 7 meter; ileum (silkusus penyerapan) panjang 1 m.
pada dinding usus 12 jari terdapat muara saluran bersama dari kantung empedu
dan pancreas. Empedu berfungsi untuk mengelmusikan lemak serta member warna
pada urine dan feses (bilirubin dan urobilin).
Pancreas
mampu memproduksi enzim dan hormone sebagai berikut.
·
Enzim lipase (steapsin): memecah emulsi lemak menjadi asam lemak dan
gliserol.
·
Enzim amylase : memecah amilum menjadi
maltose
·
Enzim tripsinogeni : diaktifkan oleh
enterokinase menjadi tripsin, berfungsi memecah protein dan pepton menjadi
peptide dan asam amino.
·
Hormone insulin : berperan mengatur
kadar gula darah dan mengandung NaHCO3 yang bersifat basa.
Usus halus menghasilkan enzim-enzim sebagai berikut:
·
Sakarase : memecah sakarosa menjadi
glukosa dan fruktosa.
·
Maltose
: memecah maltose menjadi glukosa
·
Laktosa
: memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
·
Erepsinogen: diaktifkan oleh
enterokinase menjadi erepsin memecah pepton menjadi asam amino.
Usus halus memiliki permukaan yang
berjonjot-jonjot. Makanan di dalam usus halus mengalami proses pencernaan oleh
enzim dan penyerapan sari-sari makanan.
Panjang usus satu meter, terdiri atas 3 bagian
yaitu: usus naik (ascenden), usus mendatar ( transversum) dan usus turun
(descenden). Fungsi usus besar mengatur kadar air pada sisa makanan dan tempat
penguraian sisa makanan oleh baktteri E. coli yang menghasilkan Vit K. sisa
makanan yang berserat memudahkan buang air besar, ujung akhir dari usus besar
ialah rectum dan berakhir di anus.
5.
Usus Besar (Intestinum Crassum)
|
Kolon desenden
|
|
Kolon Transverum
|
|
Kolon asenden
|
|
Kolon sigmoid
|
|
Rektum
|
|
Sekum
|
|
Usus halus
|
|
Gbr.
Usus Besar Manusia dan bagiannya
|
.png)
Kolon sigmoid
|
Rektum
|
Sekum
|
Usus halus
|
C. Gangguan pada Sistem Pencernaan
1. Diare,
terganggunya penyerapan air pada usus besar karena bakteri atau infeksi kuman
2. Maag,
gangguan karena produksi asam lambung berlebih.
3. Sembelit,
penyerapan air di usus besar secara berlebihan sehingga feses menjadi keras
4. Parotitis,
kelenjar parotid memengkak.
Referensi
1.
Karim, Saeful, Ida Kurniawati, Yuli Nurul Fuziah, Wahyu
Sopandi. 2008. Belajar IPA Membuka
Cakrawala Alam Sekitar untuk Kelas VIII SMP. Jakarta: PT Setia Purna Inves
2.
Pratiwi , Rinie P,dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VIII Edisi
4. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
.png)
.png)
.png)
.png)


1 komentar:
terimkasih banyak atas infonya salam berbagi...
Duniaku berbagi ilmu
Posting Komentar